BAHAN NGOBROL

Videogame Forecast 2015

Walaupun sekarang masih bulan Agustus, alias masih 4 bulan lagi dari tahun 2015, tidak ada salahnya kalau BANGO mulai mengira-ngira apa yang akan terjadi di tahun tersebut. Ada banyak hal yang terjadi di tahun ini yang akan mempengaruhi jalannya masa depan dunia game. Kita mulai dari mana dulu ya? Hmm, bagaimana kalau dari Microsoft.

Seperti yang kalian ketahui, Microsoft sedang membuat Windows 9. Windows 9 dikabarkan akan mengusung teknologi DirectX12 dan minus Charms Bar yang maha ribet. Apakah langkah ini akan sukses? Well, menurut BANGO sih tidak akan banyak mengubah posisi Windows 7 yang mulai diterima oleh para XP user. Microsoft harus benar-benar menyediakan sebuah fitur esensial, bukan gimmick layaknya Windows 8.

Windows-9

Konsep Windows 9

DirectX 12 yang digadang-gadang menjadi API masa depan, dikabarkan memiliki banyak fitur baru yang akan membuat CPU multicore bekerja lebih efisien sehingga GPU dapat bekerja lebih santai. Terdengar indah ya. Tapi dari yang sudah-sudah, ujung-ujungnya para developer game akan tetap memerah kekuatan GPU sampai habis. Sehingga yang terjadi adalah, CPU bekerja lebih keras dan GPU bekerja lebih keras lagi (jangan ada kata santai di antara kita).

Bagaimana dengan divisi XBOX yang sedang berada di persimpangan? Well, bila Microsoft berencana untuk mengintegrasikan XBOX One dengan Steam Machine. XBOX akan tetap memiliki pasar tersendiri hingga akhir hayat Steam Machine. Tapi ada satu hal yang menjadi masalah di sini. Mengingat Steam Machine bersifat “open” dan itu artinya sangat bertentangan dengan prinsip konsol. Apa mungkin Microsoft akan membuka celah keamanan XBOX One mereka selebar-lebarnya, sehingga sebuah XBOX One bisa dioprek-oprek dengan bebas. Will see…..

XBOX One Dengan Rasa Steam Machine?

XBOX One Dengan Rasa Steam Machine?

Perusahaan berikutnya yang wajib kita sambangi adalah SONY. Walaupun divisi Vaio dilepas SONY ke JIP, tapi bukan berarti divisi lainnya tidak untung. Sebagai contohnya, divisi PlayStation yang sudah mendeklarasikan kemenangannya melawan XBOX One. Yah, walaupun deklarasi tersebut tidak benar-benar dilakukan, tetapi apa yang terjadi sekarang ini menggambarkan kondisi pertempuran konsol generasi kedelapan. SONY mengalahkan penjualan XBOX One 3:1. Sebuah perbandingan yang sangat baik, apalagi kalau mengingat umur PS4 masih sangat muda dan SONY belum menambahkan berbagai fitur aneh ke konsol besutan mereka tersebut.

I'm Sexy And You Want It

I’m Sexy And You Want It

Lupakan pertempuran sengit di generasi ketujuh, di mana PS3 harus mengakui keunggulan XBOX 360 di akhir hayatnya. Di generasi kedelapan ini, Microsoft sudah salah langkah duluan. Dengan dibullynya XBOX One di E3 2013. Padahal konsep XBOX One bila seandainya dijelaskan dengan sangat baik, akan sanggup menyamai Steam. Sayang, Don Mattrick blunder dalam penjelasannya, sehingga XBOX One harus memulai perjalanan hidupnya dengan berbagai stigma negatif.

Well, SONY PS4 sebenernya juga enggak lancar-lancar amat sih awalnya. Banyaknya konsol yang DOA (Death on Arrival) membuat beberapa orang memilih untuk menunggu PS4 Slim atau generasi kedua dari PS4. Kalau dari yang sudah-sudah, biasanya versi Slim memiliki daya tahan dan suhu operasional yang sedikit lebih rendah ketimbang versi orisinilnya. Masalah DOA PS4 tidak separah RROD XBOX 360, tetapi kejadi last-gen tersebut membuat konsumen lebih berhati-hati dalam memilih konsol yang mereka mainkan.

Di 2015 besok, ada kemungkinan besar SONY akan mengintegrasikan fitur VR ke konsol PS4. Hal ini bisa terjadi mengingat saat ini SONY menggarap sebuah VR yang diberi nama Project Morpheus. Apakah dengan pengintegrasian teknologi VR ke PS4, SONY akan berhasil “meredefine” cara bermain? Will see again….

Lalu bagaimana dengan Nintendo? Walaupun berada di market yang berbeda dengan kedua saingannya, Wii U juga tidak mengalami nasib baik. Dengan spesifikasi hardware yang sama denga last-gen milik SONY dan Microsoft, Wii U yang berusaha menaklukkan blue ocean sekali lagi, ternyata tidak memiliki cukup banyak amunisi untuk kembali menghadirkan “Wii” effect. Yang terjadi sekarang ini, penjualan Wii U mereka masih terseok-seok, berbanding terbalik dengan 2DS/3DS mereka yang dibanjiri banyak game dan penjualan yang selalu bagus. Hal ini berbanding terbalik dengan PSVita yang sempat dikalahkan PSP dan terperosok di jurang antah berantah.

Touchy but Not Grabby

Touchy but Not Grabby

Ramalan terakhir datang untuk konsumen PC. Melihat trend yang terjadi akhir-akhir ini, ada kemungkinan besar para pengguna PC akan merasakan banyak game multiplatfrom yang sebelumnya hanya muncul di konsol. Trend ini ditandai dengan munculnya berbagai game eksklusif konsol di PC.

Konami sudah memulainya dengan membawa keluarga Metal Gear Solid V, Microsoft sudah menyusul dengan Dead Rising 3 dan Ryse. Namco Bandai, menggunakan engine Unreal 4.0 di Tekken 7 agar “mudah diport” ke sistem apapun. Sebuah pertanda yang bagus bagi para pengguna PC. Tapi ingat, jangan hanya Mustah Race, jadikan diri kalian God Race baru BANGO salut dengan kalian

Advertisements
This entry was published on August 24, 2014 at 5:57 am. It’s filed under Game and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: