BAHAN NGOBROL

Review Ngehek: Battlefield Hardline Beta

EA lagi-lagi membunuh franchise andalan mereka. Kali ini yang menjadi korban adalah seri Battlefield. Metode membunuhnya cukup simple, EA memberikan sebuah game yang lebih cocok disebut sebagai DLC tetapi dihargai seperti full game.

Tampaknya EA masih belum kapok dengan berbagai kejadian yang menimpa Battlefield 4 mereka. Seri yang seharusnya menjadi mesin uang, terpaksa terseok-seok di pasar karena berbagai masalah teknis. Itu belum diimbuhi dengan beberapa komentar miring menyangkut ingame balance dan map balance, yang menyebabkan para Veteran Battlefield berhenti dan menyerah memainkan Battlefield 4. Sebenarnya seberapa parah sih si Hardline ini? Sampai-sampai gue saja memutuskan untuk tidak jadi membeli game ini. Well, ayo kita simak berbagai masalah yang ada di Battlefield Hardline.

#1. Team Work Problem

Mencatut gameplay ala serial Payday, Hardline seharusnya mampu mengelevasikan pengalaman bermain Criminal VS Law Enforcer dengan baik. Sayang, yang terjadi justru sebaliknya. Karena sifat petanya terlalu terbuka dan jumlah pemainnya sangat banyak, melakukan kerjasama tim di Hardline sangatlah sulit, bahkan hampir mustahil. Dari berpuluh-puluh kali percobaan taktik pertempuran, kebanyakan taktik-taktik tersebut berakhir sebagai tawuran masal yang tidak membuahkan hasil. Daripada Criminal VS Law Enforcer, Hardline lebih cocok disebut sebagai Army VS Army. Lalu kenapa tidak direlease sebagai DLC aja EA? EA maruk ya…..

2555463-battlefield+hardline+2+wm

#2. Netcode….oh….Netcode

Netcode di Hardline sama buruknya dengan Battlefield 4 sebelum patch Juni. Itu artinya kita akan menghadapi delay karena limitasi 10/30Hz. Well, jangan heran kalau kamu akan merasakan telat nunduk, sudah berlindung tapi tetap kena tembak, atau menembakkan beberapa butir peluru tapi hitmark tidak muncul. Semoga hal ini diperbaiki pada versi final sehingga Hardline bisa mencapai minimal 30/30 Hz.

Hardline-2

#3. Big Picture, My Picture!

Apa yang kamu bayangkan ketika saya menyebutkan kata Battlefield? Pertempuran besar, chain of command, role, tank, heli, senjata berat, machine gun, commander dan sebagainya. Coba kalau saya sebut Counter Strike atau Call of Duty?  Pasti yang terpikir adalah, small stage war, fast paced, quick scope dan sebagainya. Nah, coba sekarang saya sebut Payday 2? Pasti yang ada di pikiran kalian adalah perampokan, polisi dan sebagainya, pokoknya hal-hal yang sama di Hardline. lalu kenapa EA enggak memakai nama Hardline saja tanpa embel-embel Battlefield? Takut enggak laku ya….

Hardline-3

Akhir kata. Tampaknya Hardline akan menjadi batu sandungan lagi bagi reputasi EA, setelah sebelumnya berhasil sedikit dipulihkan melalui Titanfall dan PVZ Garden Warfare. Untuk urusan beli atau tidak Battlefield Harline? Kalau saya pribadi sih, menunggu Holiday Sale atau Black Friday adalah sebuah langkah paling tepat….

Advertisements
This entry was published on June 30, 2014 at 5:15 am and is filed under Game. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: